DUNIA RENDJANA

"...and if you said that happiness is real. Please bring it to me along with butterfly, rainbow and the blue blue sky ..."

Sunday, January 10, 2016

Wujud lain dari kesemuan yang sama

Entah gue yang kurang bersyukur, atau memang karena jiwa ini mulai lelah bersandar pada hal yang semu dan sementara.

Mungkin ragaku sudah menua namun sepertinya jiwaku masih kerdil dan kurang nutrisi. Ketakutanku adalah bertemu keabadian. Ketidaksiapanku adalah bertemu denganNya sekarang. Bahkan pakaian untuk jiwaku masih compang camping dan tidak layak untuk menutupi tubuh berkeropeng tak tentu arah.

Matahari mulai bergeser ke ufuk senja. Kapan kaki ini bisa mulai bergeser ke bawah pohon rindang untuk segera berteduh dan mendamaikan pikiran.

Beranikah materialku mengalahkan kesemuan. Mulai berpasrah dan percaya sepenuhnya akan kemurahan hati Sang Pemilik Jiwa.

Kapan?
Tengok sebentar untuk mencari kekuatan yang harusnya ada di dalam sini.

Friday, November 06, 2015

Ya sudah lah

Nggak perlu maksain untuk bicara kalau tidak ada yang mau mendengar.

Tidak perlu maksain mendengar sesuatu yang memang tidak mau dibagi buat

Dan tidak perlu bersusah hati saat niat baik nggak pernah dianggap sama orang lain.

Sedangkan Allah menciptakan bibir tidak hanya untuk membuka. Tapi juga untuk mengatup rapat.

Sedang Allah mengijinkan headphone tercipta untuk menutup telinga dengan suara lain yang bisa dipilih sesuai yang kita mau.

Thursday, October 15, 2015

There I am

Sebenarnya,
Pilihan yang tersedia sangat sederhana
Hanya butuh satu diantara dua

Seharusnya,
Rasa takut itu tidak perlu ada
Hanya saja pertimbangan dan rasional
Telah membuatnya terhempas sebatas wacana

Inginnya,
Dikuatkan niat ini
Dibukakan semua jalan keluar
Dimudahkan untuk memulai

Semoga,
Semua cepat terjawab
Semua cepat terlaksana
Dan ringannya rasa hati untuk menjalani
Kembali menjadi bahagia yang akan menghiasi hari

Ya Dzat Maha Mulia
Sang Pemilik Hati
Mohon kuatkan hati ini
Supaya mudah jalannya nanti
Aamiin.

Monday, September 14, 2015

Appology
















We are sorry...

For all the things we cannot do for you
For all the dreams we cannot spend with you
For all the laugh we cannot be through
For all the tears, hugs and proud we cannot show you

We love you, kiddo
We love you, with our hearts, our lives, our souls
We love you to the moon and back
We love you for whatever you are
And wherever you be

We are sorry, kiddo
For not seeing you at this place
But it never change the size of our love for you
It's humongous love ever be
The most beautiful things you should have ever seen
Wish we can be together here for a moment
Wish we can say something to you

We love you, kiddo
We always and forever do

Sunday, August 30, 2015

The Blessed Tree

Pohon jambu ini adalah pohon pertama yang ditanam bapak sebelum kami pindah ke sini. Hasil cangkokan dari pohon jambu tetangga di Joglo yang sudah kami anggap saudara.

Padahal disiram juga jarang. Karena yang punya rumah selalu pergi pagi pulang malam. Gak pernah ada perawatan khusus. Tapi si pohon jambu produktif sekali berbuah. Alhamdulillah.

Setahun minimal bisa 2x berbuah. Dan jumlahnya itu bukan main banyaknya. Awalnya banyak buah yang jatuh dan jadi busuk percuma. Sekali lagi karena yang punya jarang kelihatan ada, maka para tetangga yang pingin minta pun gak berani ambil. Sementara kami juga nggak mungkin konsumsi semua.

Akhirnya suatu hari pas para tetangga kelihatan kumpul di pos satpam depan rumah, kami kasih ijin buat siapa saja yang mau silakan ambil. Nggak perlu nunggu bilang langsung ke kami. Sudah diijinkan. Syaratnya: hanya ambil jambu yang sudah matang dan jangan sampai terbuang sia-sia. 😊

Setelah itu... pohon jambu kami punya banyak teman. Entah siapa saja yang ambil. Tapi sudah tidak banyak lagi terlihat buah rontok dan busuk di bawah pohon. Oma sebelah bilang kalau ibu2 komplek jadi makin sering bikin acara rujakan. Bahkan ada yang rajin, bikin manisan jambu.

Pohon ini sepertinya bahagia. Karena dia malah makin sering berbuah dan makin banyak buahnya. Sampai2 kami nggak punya jeda buat memangkas daun dan dahan yang mulai gondrong. Baru saja habis panen kloter kemarin eh 3 minggu udah muncul bakal buahnya lagi.

Tetangga ujung jalan katanya sempat bertanya ke suami, "itu pohon dikasih apa? Pohon saya udah gondrong pun masih aja belum ada buahnya".

Sekarang pohon jambu ini sudah keluar bunganya lagi. Kayaknya makin banyak dari yang kemarin. Alhamdulillah. Semoga jadi berkah dan bisa dinikmati banyak orang. 😊

Friday, July 24, 2015

Other side of a happy heart



When we have so many
Why still we  dream of another deed
Is it because life is short and we don't have much time
Then we need some opportunities
To see where our future will go
To be assure that what we are having now
Mean something for someone someday
I know we won't last forever
Either you or me will finally go
Let's make a promise though it might not be accomplished
Just wait for me as I will wait for you
At the most beautiful place
Where we could have a better happiness
A better eternity
I love you DEERly
This I want you to see

Saturday, July 18, 2015

Race of Life



Waktu kita sekolah
Selalu ada pertanyaan
"Sudah kelas berapa?"
Waktu kita kuliah
Pertanyaan berganti jadi
"Kapan lulusnya?"
Waktu kita masih ingin menikmati puasnya memegang lembar ijazah hasil wisuda
Suara-suara banyak bertanya
"Sudah kerja dimana?"
Waktu kita sedang menikmati kesendirian
Ataupun bercumbu rayu dengan pasangan
Mereka kembali bertanya
"Kapan menikah?"
Waktu kita berjuang dan kadang air mata ini mulai mengering dan asa hampir hilang
Masih saja mereka menambahkan beban dan bertanya
"Sudah berapa anaknya? Oh belum ada? Kenapa?"
Apakah mereka tidak tau
Bahwa meski hidup ini hanya sebentar
Tapi bukan arena balap yang selalu harus kita menangkan
Apakah mereka bertanya karena peduli
Atau hanya untuk sekedar basa-basi
Tapi harusnya mereka tau
Kapan mulut mereka harus berbunyi
Kapan harus dikunci
Apakah mereka cukup punya hati
Untuk mampu merasakan
Bahwa tidak semua hidup itu bisa sempurna
Tidak semua fase itu harus dijalani
Terkadang jalan terasa begitu terjal
Bahkan terkadang sama sekali tidak bisa dilalui
Cukuplah bertanya tentang sesuatu
Yang sebenarnya tidak pernah engkau peduli
Cukuplah semua basa-basi pergaulan
Yang diucapkan hanya untuk mencoba bersosialisasi
Cukup bungkam mulutmu
Kecuali kamu berniat bantu dan memberi solusi
Kami punya hati
Yang tidak selalu kuat untuk acuh
Yang tidak selamanya luas untuk memberi
Dan aku hanyalah aku
Yang bisa saja menanyakan padamu tiba-tiba
Dengan pertanyaan
"Kapan mati?"