DUNIA RENDJANA

"...and if you said that happiness is real. Please bring it to me along with butterfly, rainbow and the blue blue sky ..."

Monday, September 20, 2004

menari bersama ilalang

Sekitarku adalah bunga
putik yang terlebur
bersama lembayung dan pagi


ilalang layu

berayun kiri

menafikkan kanan

bertanya pada embun


sesaat semua ada
tapi tidak dimana-mana

ternyata aku masih di sini


- rendjana -

Big Question Mark

".........."

Bertanyaku pada hening

Tentang malam,

tentang sunyi yang membekukan,

.. dan
tentang tanya yang tak jua terjawab


(dari kamar lantai 2, kepala kosong dan suara tv tanpa makna)



- rendjana -

Friday, September 17, 2004

RASA YANG TAK TERASA

Ingin ku ceritakan pada mu
Tentang sebuah rasa yang tidak terasakan
Pemedih hati saat kering meraja
Penyejuk jiwa saat embun mulai membumi pada rerumputan


Adalah ketika …
Desau sebuah suara berubah menjadi angin sejuk pada telinga
Membisikkan denting dawai malaikat
Pengiring langkah menuju nirwana


Saat semuanya menjadi kelam dalam diam
Bahkan … sepertinya dunia pun ikut terkelukan lidahnya
Menemani dalam sunyi
Menanti sesuatu yang tak pasti


Dan,
Saat awanpun tidak berarak sebagai sore yang biasa
Semua yang ingin kumiliki tiba-tiba menjadi tanpa arti
Sayang untuk dibuang, tak sampai hati untuk melepaskan
Akhirnya aku berpasrah … kembali berpandangan dengan bumi


Kini kucoba sekali lagi mendengarkan detak hati
Mengurai satu per satu desah nafas
Melarik berjuta makna yang ditorehkan Sang Raja pada lukisannya


Menyapa ilalang yang berayun,
Memecah ombak yang mendebur
Mengusik barisan burung yang membelah langit


Tetap saja ... masih tersesat aku di sini


Andaikan,
Satu perahu berkenan singgah pada dermaga di sungai ujung sana
Sudah ku putuskan ikut serta
Tidak perduli ia kan berlayar menuju mana
Kemana saja ... asal tidak di sini



Ketika sebuah perjalanan sudah terselesaikan pemaknaannya, semoga akan ku temukan pada intinya titipan Sang Raja
dalam sesuatu yang kabarnya bernama bahagia



Jakarta, 21 Juni 2004
06:23 PM
Delivered to pay my promise



- rendjana -

APAKAH ...

Baru?
Tidak juga
Namun rasa itu selayaknya sesuatu yang baru

Berdentang bersama genta
yang menggantung pada pohon jambu di halaman depan

Gaungnya yang membius
Menculikku dari kesadaran menuju tiada

Sekarang,
Apa yang harus ku lakukan, sahabat?

Mengikuti biasnya yang memabukkan
atau tetap di sini bersama malam...?

Coba kembali lah beberapa waktu lagi
Dimana khan kau temukan ku nanti ....

BLINK BLINK

Blink blink blink of my very eyes
Blink blink ..

Going down
Down .. down .. down to the ground

Drawning drawning
Crawling around as a cyrcus clown

See you there alone
But no other can
like I do see you

Close my eyes and forget it all
Let the night being swept away
As the morning dew touch the ground

Morning, My Honey
Sweet dream till the sun meet the see

BENING - KELAM - HENING

Bening ...
TIDAK
Kelam ...
BUKAN
Melenting dalam hening ...
BELUM

Karena saat ini belum lagi malam


Lalu,
Dimana mataharimu kini
Mengapa yang tertinggal hanya kelabu


sstt, sudah ...
Diam dan diamlah


Nikmati saja gemericik kaki air
yang berjingkat pada batu-batu sungai
mencumbu pakis dan bunga liar ditepian
kemudian berlalu menuju hilir


HENING
KELAM
BENING