DUNIA RENDJANA

"...and if you said that happiness is real. Please bring it to me along with butterfly, rainbow and the blue blue sky ..."

Monday, November 22, 2004

teriakku

sepi,

redup,

membaca kerlap yang kian memudar
diselimuti jelaga malam

rinduku,

pada awan berarak
pada angin yang menghembuskan anak rambut
pada bingar diantara teriakku

pada dunia : ( lantang)
" I N I A K U . . . . . . ! ! ! "


- rendjana -

Friday, November 05, 2004

Selamat pagi, Mentari

Senang sekali melihatmu hari ini
Setelah semalam rinai hujan menyapaku
Bahkan sempat membuat sayap mungilku berkerut
menggigil,
dingin ...


Setelah kemarau panjang
sebenarnya aku cukup menikmati
saat tiap butirnya menjarum pada kulitku

namun pagi ini
dengan cara yang aneh
sapaannya kemudian membekukanku
dalam senyap .....


Aku kembali memilih diam
tanpa tergoda merumus tanya
tanpa terbujuk pada pilihan-pilihan

hanya diam

d

i

a

m

dalam senyap ...


Hei,
kenapa aku harus diam?

Ini adalah hari baru
mentari sudah menghangatkan kembali tubuhku
dan langit kian membiru menahan rindu

..... menungguku

kepakan sayap
terbang ...
dan aku,

t

e

r

b

a

n

g


"... mungkin aku hanya memiliki sepasang sayap mungil untuk tubuhku. Namun aku akan terus melindungi dan merawatnya dengan hati ... melatihnya menjadi kuat, hingga mampu mengantarku mencapai pelangi ..."



(Jakarta : pagi & hangat, setelah rinai hujan menjarumi tubuhku ... tadi malam)

- rendjana -

Tuesday, November 02, 2004

HITAM

HITAM bukan sekedar hitam
Jangan pula kau kecam sebagai kelam

HITAM hanyalah hitam
Yang pada suatu kala pasti kau butuhkan

Saat semua warna tidak lagi indah
Pun putih yang kau bilang SUCI,
Tidak juga memberi arti

Namun,
HITAM kan tinggal di sini untukmu

Selapis kelam yang kau benci
Kini bersetia pada airmatamu
dan hela nafas abu-abu


Jakarta, 9 Juli 2004 11:55 am

- rendjana -

Rinai

Tes ...
tes ...
tes...


... Rinai yang bergulir
pada pelepah nyiur menuju putihnya pasir


Sebentar lalu,
dilebur ombak yang menghanyutkanku
kepada laut
untuk kemudian kembali pada pantai




(jakarta tanpa laut biru, oct 28 - 2004)


- rendjana -