DUNIA RENDJANA

"...and if you said that happiness is real. Please bring it to me along with butterfly, rainbow and the blue blue sky ..."

Saturday, January 29, 2005

TENTANG HIDUP

Ternyata menjadi bijak bukan suatu hal yang mudah. Seperti berjalan di atas pasir .. semakin aku berusaha melangkah, semakin dalam kaki kakiku terbenam di dalamnya.Tapi seperti pesan mentari, hidup adalah perjuangan. Apapun yang kita lakukan, tidak bisa didapat dengan instan. Bahkan untuk menikmati makanan instanpun ..kita tetap harus memasaknya dulu khan?

Begitu juga dengan hidup. Hanya sepertinya Tuhan masih mau berbaik hati kepada manusia. Kadang kita diberi kemudahan-kemudahan tanpa rintangan yang berarti. Meski suatu saat kita juga dicoba dengan ujian yang bikin kita merana... atau malah merasa semuanya jadi terlalu sempurna. Ternyata ...sempurna itu juga nggak selalu baik ya .... tidak jarang ... yang terjadi justru manusia malah jatuh saat berada pada titik sempurna. Jadi, sebenarnya apa yang kita cari? Apa yang kita perjuangkan?

Manusia kemudian membuat sediri kiblat yang dijadikan tujuan perjuangannya. Sebagian membuat target target dan sebagian membentuknya menjadi impian impian. Dan aku, lebih memilih untuk tidak memilih keduanya. Meski kebanyakan aku menjadi lemah ketika mimpi mimpi merayuku untuk menyimpan mereka di dalam sakuku.

Ya, aku menyimpannya ... di dalam sakuku ... secara diam diam tentunya. Sampai suatu saat aku bertemu dengan realita yang sanggup dan bersedia mengadopsi mimpi mimpiku menjadi anaknya.


- rendjana -

Friday, January 28, 2005

dan kamu tidak juga percaya

bahkan kunangkunang pun tau
hujan tidak akan turun malam ini
..... dan kamu masih saja berharap


apalagi bintang telah berjanji untuk terus berkelip
menjadi penghias panggung
tarian para bidadari
.... dan sekali lagi, kamu masih juga berharap


Apa yang bisa meyakinkanmu
bahwa gelap ini akan terus benderang
bahwa tetes yang kau akan temui
hanya ada pada embun embun yang menempel pada daun, pada rumput
itupun harus kau tunggu sampai saatnya fajar hampir menjelang
..... dan tetap kamu tidak percaya


dan aku sudah kehabisan akal untuk merayumu ikut menari
pegang tanganku ... ikuti langkah,
mengalirlah bersama ketukan, satu ... satu ... satu


pandang mataku, tetap menari .... satu ... satu ... satu ....


jangan lihat ke atas, awan hitam itu tidak ada
tetap menari .... satu ... satu ... satu ...


lepaskan rasa, hilangkan semua gundah
mengalir bersama langkahku ... satu ... satu ... satu ...


benar, tersenyumlah
aku akan menuntunmu diantara tarian bidadari
dan ....


tes ............................. tes ................................. tes
.............tes................................tes.............................tes
..............................................................tes
......tes..................tes..................................tes
......................................tes......................................tes


diam,


tapi,
ah....
sudahlah


ya,
kamu benar
betapapun terangnya gelap ini
hujan tetap datang


(seharusnya aku tau .... segalanya cepat atau lambat pasti berubah ... kecuali "perubahan" itu sendiri)



- rendjana -

aku - kamu - dia - mereka

Bukan lagi tanya yang bosan menunggu jawaban,
hanya renung

Bukan juga asa yang enggan terkabulkan,
tapi alum

Ceruk melapisiku dengan hitam
Mengais ... meruak diantara kepingan kepingan kusam
sebentar diam, bergolak, kemudian hilang


Sudahlah,
Ini hanya sekedar HIDUP
sebuah potongan lakon tanpa pusara
tergeletak diantara aku ..... kamu ..... dia ..... mereka



* saat darah abuabu merasuki aliran nadi .... milikku ... milikmu .... atau entah milik siapa?


- rendjana -

Wednesday, January 26, 2005

lukatamanhati

diatas hanya papan
rendah dan sempit
nyawa pun masih menggantung..

diluarnya hanyalah sebuah taman bermain
penuh bunga kupu-kupu dan kumbang

tak sabar tuk keluar..

bermain dengan meraka
padu kasih dengan mereka
berguling dengan mereka..

kubuka sepatuku yg udah usang
ingin berlari sapa dan rasakan sejenak hadirnya warna yang hangat akan hati
tapi......
hanya mendung yang kudapat
sepi.... diam.... kosong
sarat akan gumpalan awan abu abu
yang memang tak lagi sejuk

argh!!!!!!!!!!!!!

seekor kumbang menggigit jempol kakiku
murka karena bunga dan kupu-kupu yang enggan lagi tuk bermain...

mereka.....
sedih
hujan....
petir.....

!!! !! !!!

dan aku lupa...

memang aku kemarin bermain dengan parang dan gergaji bersama mereka...

jam enam lewat tigapuluhdua pagi untuk kamu
-bohemianscoffee-

Thursday, January 13, 2005

- D . U . G -

d u g
d u g
degup jantung dua kali
lebih cepat
c.e.p.a.t


d u g
d u g
d u g
lalu, tiga kali
tanpa nyeri ... hanya nelangsa


d u g
d u g
d u g
d u g
bayang hitam merangkak
menghampiri ujung tapak kaki penuh debu


d u g
d u g
d u g
d u g
Pejamkan mata
tenang
kuatkan hati


d u g
d u g
d u g
hanya aku dan degup
serta sunyi menggantung


d u g
d u g
barisan tapaktapak
jantung berdegup
meski dalam nada yang sedikit sumbang


dug dug ..... dug dug ..... dug dug dug..... dug dug ..... dug ..... dug dug ..... dug dug dug ..... dug dug ..... dug dug ..... dug dug dug ..... dug dug ..... dug ..... dug dug dug ..... dug dug ..... dug dug ..... dug dug ..... dug dug ..... dug dug .....


ritme ganjil,
mengaliri tiap ruang jantung dan pembuluh darahku


lemah .... cepat ... keras ... lambat ...
terus mengalir
hanya mengalir



18 Desember 2004, 9:08 AM
(ketika degup sempat kehilangan ketukan)

- rendjana -