DUNIA RENDJANA

"...and if you said that happiness is real. Please bring it to me along with butterfly, rainbow and the blue blue sky ..."

Thursday, June 30, 2005

Lovely Dinner

... bukan perayaan
... bukan pesta pesta
pun tanpa lilin penghias meja

malam itu
hanya milik aku, kamu
dan sebentuk memorabilia tentang kita

sederhana dan bersyukur
hanya aku - kamu - kita




- rendjana -

Monday, June 27, 2005


ON OUR DAY

May the happy feeling will last forever ...

Amien Posted by Hello

Wednesday, June 22, 2005

menikah

M-E-N-I-K-A-H

Satu kata untuk sebuah status. Sesuatu yang katanya pasti dan harus dilalui oleh manusia yang masih hidup. Cepat .. atau lambat. MENIKAH. Kata ini makin sering terdengar seiring usia manusia yang terus bertambah. Dan akan lebih sering terdengar lagi jika kebetulan manusia tersebut berjenis kelamin wanita.

Kenapa harus seperti itu ya? Memangnya kenapa kalau umur sekian belum menikah? Salah..?? Lalu para orang tua mulai memberikan jawaban-jawaban yang kadang malah makin bikin seru perdebatan. Bagaimana tidak?
Banyak yang masih menganggap menikah adalah sebuah solusi hidup menuju strata yang lebih membahagiakan. Biar hidup lebih lengkap, katanya. Biar lebih sehat, kalau kata para ahli kesehatan. Atau, biar kehidupan kamu lebih terjamin (banyak disampaikan ke banyak "calon mempelai perempuan").

AHA! Kehidupan yang lebih terjamin, katanya! Mungkin karena itu lah mayoritas orang tua mengharapkan anaknya mendapat jodoh orang yang terpandang, sarjana, manajer di kantor ini, bos di perusahaan itu. Dan sepertinya menjadi kebanggaan tersendiri jika si calon mantu bisa terlihat paling kinclong diantara hadirin pada acara kumpul-kumpul keluarga besar. Entah!
Mungkin aku yang memang bebal atau apa ... tapi jujur saja, aku masih saja belum menemukan hubungan antara hidup terjamin dan kebahagiaan.

Aku bukan perempuan yang anti menikah. Bagaimanapun aku masih punya keinginan yang normal bahwa suatu hari nanti aku akan hidup bahagia bersama anak-anakku dan Ayah mereka. Rumah kecil dan asri, dengan bunga-bunga penghias halaman. Tapi aku juga tidak suka jika orang lain berusaha mendiskripsikan arti bahagia menurut meraka untuk ditempelkan padaku.

Selayaknya, setiap manusia mempunyai hak penuh untuk menjabarkan arti bahagia menurut kehendak masing-masing. Kalau sebagian menganggap bahagia adalah dengan menikah, ya silakan. Pun jika sebagian lain menganggap bahagia itu adalah dengan terjaminnya biaya hidup, itu juga nggak pha-pha. Boleh-boleh aja kok. Nggak ada yang melarang.

Bagi aku, bahagia tidak ditentukan dari menikah atau tidak-menikah nya kita. Yang pasti aku akan menikahi kebahagiaanku sendiri, dengan apa yang aku percayai, dengan apa yang sudah aku siap terima baik dan buruknya.

Dan bagiku, menikah adalah bukan mencari suami, tapi lebih kepada mencari sahabat sejati dan partner yang dapat dipercaya, seseorang yang setia menemani tapak tapak hidup kita sampai saatnya senja tiba.


* Pesan untuk seorang sahabat :

Saat kamu sangat mencintai seseorang ..... pelihara dia agar tetap ada di dalam SINI (tunjuk dada kirimu).
Dan bila kamu ingin membuat dia benar-benar bahagia ..... rajut langkahmu dengan yang tertanam di SINI (tunjuk pelipis kirimu)



- rendjana -

Monday, June 13, 2005

while you were sleeping

it's empty

it's hurt

it's lonely

it's hurt


promise me to come on my birthday
with your big ... big .. lovely smile

just to make sure that my life will be easier
or at least, ... brighter



- rendjana -