DUNIA RENDJANA

"...and if you said that happiness is real. Please bring it to me along with butterfly, rainbow and the blue blue sky ..."

Monday, July 31, 2006

DUH!!

DUH!
Makin hari aku kok makin degdegan ya
Padahal semua berjalan menjelang sempurna

DUH!
Masih aja degdegan sepanjang hari
Padahal semua sesuai keinginan hati

DUH!
Aku sudah berusaha cool
seperti cicak di dinding
seperti es di lemari pendingin
Tapi tetap saja aku degdegan setengah mati

Aku cuma ingin meyakini ini benar
aku hanya mau melihat bukti bahwa semua adalah nyata

apa lacur aku tetap saja harus menunggu
degdegan lagi
degdegan lagi

Kapan siy euforia hati ini mendapat pemuasan?


DUH! Masih terus degdegan niy.
tenang ...
tenang ...
sabar,

Aihhh .. susah banget ya!
(Dan kayaknya aku akan terus degdegan sampai lingkaran suci itu hadir melingkupi)


- rendjana -

Thursday, July 13, 2006

dew in the desert

Padahal hanya satu kata
namun mengapa hati ini bergema

hanya satu kata
terselip dalam kalimat panjang dan pendek

satu kata sederhana
senandung magis
membuat yang tidak terpedulikan
menjadi sesuatu yang dinanti

kok bisa ya?
satu kata!
satu kata!
malah kadang hadir dengan suku kata yang tidak lengkap

hanya satu kata
yang "nggak penting"

terdengar hanya sekilas
lalu menghadirkan sejuk
mampu membunuh kering
selayak embun yang menghempas pada padang pasir


tiba-tiba rasanya:
ma' ... nyyyeesssssssssssshhh, gitu !

[unexplainable]
[unbealivable]




* untuk seorang teman yang sedang menikmati "dew in the desert" berwujud satu kata sakti



- rendjana -

Monday, July 03, 2006

Simbah ... jangan nangis


Simbah,
Di sini saja sama aku, bapak dan ibu
supaya Simbah bisa sare dengan tenang
nggak terus terbangun di tengah malam karena getaran bumi

Simbah,
Tenang-tenang saja di sini ya
yang betah, yang ayem
supaya bapak, ibu dan aku bisa tenang juga

Simbah,
Jangan menangis
saat ini mungkin rumah keluarga kita
di sana tinggal puing-puing
dan baru bisa ditegakkan dengan gubuk gedhek untuk sementara

Sabar-sabar ya, Mbah
Doakan saja semoga Gusti Allah berkenan paringi rejeki
Insya Allah kita bangun rumah kita lagi
Meski nggak mewah, tapi semoga tetap nyaman untuk ditinggali
Meski nggak sebesar dulu, tapi semoga Simbah nggak perlu kedinginan - kepanasan dan keanginan seperti kemarin lagi

Pagi ini puthu-mu pamit sebentar
Nyuwun pangestu untuk mencari reremahan rejeki
Semoga apa yang aku dapat
bisa menjadi berkah
Semoga bisa cukup untuk kita bagi-bagi

AMIEN



- rendjana -