DUNIA RENDJANA

"...and if you said that happiness is real. Please bring it to me along with butterfly, rainbow and the blue blue sky ..."

Sunday, May 31, 2015

A "way-too-early" surprise





Today is the happy day. 
Got a "way-too-early" birthday surprise from my hubby. A nice looking and comfortable to use Tosca Swatch. Happened to match with my veil today. 

Thank you so much, my loved one. 
I love you 😘

Thursday, May 28, 2015

Pasir Hisap



Pasir hisap bernama waktu
Menyedotku ke lorong tanpa dasar
Melesak lebih dalam
Menggeret semua
Begitupun asaku untuk memilikimu

Selalu aja ada sesuatu 
Yang menyita perhatianku darimu
Menahanku untuk tinggal lebih lama
Memelukku dengan selimut ilusi penuh janji

Impian yang masih kucoba untuk kuraih
Masih saja terasa hampa tanpa makna
Kehilangan jiwa
Tak tentu arah
Tersesat di antara hiruk pikuk 
Gemerlap cahaya
Menari lunglai di sisi kota

Pasir hisap sekali lagi
Menggeretku turun menuju kelam
Aku pingin berontak
Melepas semua jerat
Menghentak balik
Melesat tinggi
Untuk kemudian terbang 
Menembus lapisan langit


Sunday, May 24, 2015

1.5 of the dreams


















Satu setengah dari tiga impian utama gue alhamdulillah sudah terwujud. Meski bukan dengan cara yang sempurna dan extravaganza, alhamdulillah Allah berbaik hati membuatnya terasa sempurna.

Satu setengah impian lagi masih mengantri. Semoga selalu ada kemudahan tersedia buat mengeluarkannya dari saku dan mencoretnya dari daftar tunggu. 

Satu setengah mimpi yang diharapkan bisa terjadi. Mungkin dengan begitu akan lahir lebih banyak lagi mimpi-mimpi di dalam saku ku. 

Bismillah. Aamiin.  

You Only Live Once



Ada yang bilang bahwa kebahagiaan itu nggak bisa dipaksa buat datang. Meskipun sudah kewajiban buat kita untuk menciptakannya sendiri, dalam kondisi apapun yang sedang kita hadapi. 

Begitupun dengan pertemanan. Nggak semua orang yang ada di kehidupan kita sehari-hari harus jadi teman baik yang bisa mengerti kita dan menerima kita apa adanya. Ya, memang selalu aja ada kemungkinan kita punya sahabat baru dari sekian banyak orang yang kita temui setiap hari. Tapi gue percaya, orang-orang terbaik yang kita BUTUHKAN dalam hidup ini nggak perlu undangan untuk muncul. Nggak perlu iming2 untuk hadir. Dan nggak perlu memaksa kita berubah untuk bisa diterima. 

Orang-orang terbaik yang kita butuhkan, hadir bagai udara. Tanpa terlihat tapi bisa kita rasakan. Tanpa menuntut tapi bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan begitu saja adanya.

Orang-orang terbaik nggak akan punya pikiran negatif ke kita. Nggak akan memaksa keluar sisi gelap dan sifat buruk kita dengan berbagai sikapnya ke kita. 

Hidup ini cuma sebentar. Susah. Dan banyak hal lebih penting yang lebih pantas diperjuangkan. Kebahagiaan dan ketenangan hati adalah salah dua diantaranya. 

Berada di sekitar orang-orang dengan aura negatif akan mengundang aura negatif kita keluar juga pada akhirnya. Why bother if they can only make you a bitter person? Not a better person. 

Nggak pernah salah kok kalau suatu saat kita memutuskan buat mengeliminasi orang-orang seperti ini dari kehidupan kita. Just talk to the hand coz the face will not listen. 


YOLO, they said. 
Why don't you enjoy it well, spend your time well and be the best person you can be. Because after all this life is ended, all you need is to be remembered as a good thing that has touched somebody's life. Be wise. 


Friday, May 15, 2015

Dunia Kaca-Kaca

















Kehidupan mengajarkanku lewat peristiwa-peristiwa
Di dunia ini manusia sudah memiliki peran dan nasibnya sendiri-sendiri
Ada yang ditakdirkan untuk mengilat
Ada yang tidak terlihat
Ada yang selalu teriak untuk menjadi ada
Ada yang diam namun mampu menyerap semua imaji yang tersembunyi sekalipun

Sebagian merasa lebih dari yang lain
Sebagian merasa berhak atas yang lain
Sebagian meniadakan yang lain
Sebagian selalu mencari tanpa menemukan
Berkata tanpa pernah didengar
Memberi tanpa pernah pamrih
Merasa tanpa pernah berbalas

Hidup memang diciptakan untuk indah dengan gambaran dan perjalanan masing-masing manusia

Angan dan mimpi menjadi kayu yang membakar api
Menjadi lampu dalam kelam
Menjadi pengharapan saat esok sepertinya enggan untuk bersandar

Perjalanan ini lambat laun pasti akan berujung dan kemudian berhenti
Entah kenapa aku merasa waktu yang kupunya tidaklah sepanjang apa yang mereka nikmati
Satu inginku sebelum semua ini berakhir
Dunia esok bisa lebih indah dan menenangkan dari pada di sini

Thursday, May 14, 2015

Sketsa yang terselesaikan

























Malam itu sangat dahsyat.
Dalam hitam kelamnya yang sering membuat kita merasa takut, pada akhirnya sering membuat kita bisa berpikir lebih jernih. Lebih dalam. Pada momen itu, rasa yang bersembunyi di bawah alam sadar selama langit masih terang, tetiba muncul dan mendesak keluar. 

Dada membuncah. Pemetaan prioritas dan potongan puzzle jalan hidup terlihat lebih jelas sebagai produk TV milik klien yang gue bikin iklannya. Ternyata baru kelihatan bahwa selama ini hidup yang kita jalani nggak sebegitu simple. Gak sebegitu rumit. Gak sebegitu rame. Dan yang tersisa hanya kehampaan yang seolah lagi balapan hening sama kepekatan malam di luar rumah. 

Gue mulai sadar ternyata semakin bertambah usia kita, semakin banyak hal yang berpotensi menjauhkan kita dari hidup dan bahkan terkadang dari diri kita sendiri. Riuh rendah kehidupan hanya bisa terasa punya arti saat kita punya seseorang atau kumpulan sahabat untuk berbagi. 

Trus, bagaimana nasib mereka yang "terpaksa" kehilangan dirinya karena terlalu sibuk untuk menyenangkan orang-orang terdekat. Mengorbankan segala mimpi dan cita-citanya. Demi melihat selarik senyum di bibir wajah bunda dan orang-orang tercinta.

Terberkatilah mereka. 
Yang menggadaikan hidup dan waktunya untuk memberikan orang lain bahagia.

May Allah bless them. Aamiin. 

Wednesday, May 13, 2015

Can I?
















can i cry some times?
can i cry a lot?
can i scream and yell
and pretend that the doors in front of me
is still open wide

can i laugh till my stomach hurts?
can i dream till the moon going burned?
can i have you inside my empty heart
and pretend that  heaven is here
so i should not need to go home


- rendjana -